Grebeg Kutowinangun Kidul

Sabtu (23/10) berlangsung kegiatan kirab budaya Grebeg Kutowinangun Kidul dan Theatrikal Sejarah Johar Manik bertempat di kelurahan Kutowinangun Kidul. Pada kesempatan kali ini turut hadir Pj. Wali Kota Salatiga beserta istri, Ketua DPRD Kota Salatiga beserta istri, Sekretaris Daerah Kota Salatiga beserta Forkopimda Plus, Ibu Tuti Nusandari Roosdiono dari DPR RI, Plt. DISPORAPAR Prov. Jateng, Kepala DISDIKBUD Prov. Jateng, Kepala DISBUDPAR, Camat & Lurah se-Kecamatan Tingkir, Tokoh Agama serta seluruh masyarakat Kota Salatiga.

Ibu Denok Sinung berkesempatan melakukan prosesi Tumplak Wajik. Wajik ketan sebagai simbol perekatnya kerukunan serta persaudaraan dan toleransi. Kemudian dilanjutkan Perwakilan Trah Johar Manik/ RM. Sudiro memberikan telur merah kepada Forkopimda. Telur merah sebagai simbol awal mula kehidupan baru, sebagai simbol setelah Grebeg ini maka lahirnya semangat dan niat baru yang siap menghadapi tantangan dinamilka jaman.

Rombongan kirab diawali dengan Tari Bulkiyo Johar Manik yang menggambarkan kegiatan pasukan Diponegoro yang dipimpin oleh Johar Manik, Ki Rana Sentika, Kyai Abdul Wahid dan Kyai Damarjati. Johar Manik adalah senopati atau panglima perang Pangeran Diponegoro yang menjadi Komandan Bulkiyo dengan anggota laskarnya. Kemudian diikuti gunungan Ageng Jaler, Gunungan Ageng Estri, Gunungan Enting-Enting, Jodhang Pangeram-Eram, Ogoh-Ogoh Kalayaksa. Selain itu terdapat banyak kesenin tari, drumblek, reog, kostum karnaval, dll dari masing-masing RW di Kelurahan Kutorinangun Kidul. Selama acara berlangsung dibacakan Narasi dari tiap-tiap rombongan menggunakan 5 bahasa yang berbeda yaitu Indonesia, Jawa, Inggris, Arab dan China.