BeritaPariwisata

FESTIVAL DOLAN SOLOTIGO

Sabtu (20/12), Halaman Pemkot Salatiga menjadi pusat semangat kebersamaan dalam kegiatan DOLAN SOLOTIGO yang menghadirkan salah satu agenda utamanya, Selowtigo Walk. Kegiatan ini merupakan perpaduan harmonis antara budaya, wisata, dan olahraga yang melibatkan siswa-siswi SMP se-Kota Salatiga. Sejak pagi hari, para peserta telah memadati lokasi dengan penuh antusias, siap mengikuti rangkaian acara yang tidak hanya menyehatkan tubuh tetapi juga memperkaya wawasan tentang kota tercinta.

Acara diawali dengan senam bersama yang berlangsung meriah dan penuh energi, dilanjutkan dengan penampilan flashmob yang semakin menyemarakkan suasana. Selowtigo Walk secara resmi dibuka oleh Ketua DPRD Kota Salatiga bersama Pj. Sekda Kota Salatiga, Kepala DISBUDPAR, serta jajaran FORKOPIMDA atau yang mewakili. Momentum pembukaan ini menjadi simbol dukungan penuh pemerintah daerah terhadap kegiatan positif yang melibatkan generasi muda.

Perjalanan Selowtigo Walk dimulai dari Halaman Pemkot Salatiga dengan destinasi pertama menuju Kantor Pos, kemudian berlanjut ke GPIB, Masjid Damarjati, Kali Wedok, Kali Benoyo, Kampung Pancuran, Dekranasda, hingga Klenteng Ho Tek Bio, sebelum akhirnya kembali ke titik awal. Rute ini dirancang untuk memperkenalkan berbagai bangunan bersejarah, tempat ibadah lintas agama, serta potensi wisata yang menjadi identitas Kota Salatiga. Melalui kegiatan ini, para pelajar diajak untuk lebih mengenal kekayaan budaya dan sejarah yang ada di sekitar mereka.

Selowtigo Walk tidak sekadar menjadi ajang jalan santai, tetapi juga sarana edukasi luar ruang yang menyenangkan. Setiap titik yang dikunjungi menyimpan cerita dan nilai sejarah tersendiri, sehingga peserta dapat belajar secara langsung tentang keberagaman dan warisan budaya Kota Salatiga. Kegiatan ini diharapkan mampu menumbuhkan rasa bangga dan kepedulian generasi muda terhadap pelestarian budaya lokal.

Selain kegiatan jalan sehat, DOLAN SOLOTIGO juga dimeriahkan dengan berbagai permainan tradisional anak seperti balap karung, egrang, bakiak, dan balap ban. Permainan-permainan ini menghadirkan keceriaan sekaligus menghidupkan kembali tradisi permainan rakyat yang sarat nilai kebersamaan dan sportivitas. Tawa dan sorak sorai peserta semakin menambah hangat suasana kebersamaan di lokasi kegiatan.

Tidak hanya itu, panitia juga menyelenggarakan lomba mewarnai bagi anak-anak usia di bawah 8 tahun. Kegiatan ini memberikan ruang kreativitas bagi anak-anak untuk mengekspresikan imajinasi mereka melalui warna. Dengan rangkaian acara yang beragam dan inklusif, DOLAN SOLOTIGO melalui Selowtigo Walk sukses menjadi ajang yang mempererat kebersamaan, menanamkan kecintaan terhadap budaya, serta mendorong gaya hidup sehat bagi masyarakat Kota Salatiga.