DRAMA TARI AJISAKA
Kemeriahan Pagelaran Sanggar Seni Bima yang diselenggarakan pada 17 Desember 2025 berlangsung khidmat dan penuh apresiasi. Acara ini menjadi momentum penting dalam upaya pelestarian dan pengembangan seni budaya di Kota Salatiga. Sejak awal hingga akhir pertunjukan, suasana panggung dipenuhi semangat kreativitas serta antusiasme para penampil dan penonton.
Kegiatan ini turut dihadiri oleh perwakilan DPRD Provinsi Jawa Tengah, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Jawa Tengah, Wali Kota Salatiga beserta Ibu Wali Kota, serta Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Salatiga. Kehadiran para tamu undangan tersebut menjadi bentuk dukungan nyata terhadap eksistensi sanggar seni sebagai wadah pembinaan generasi muda dalam bidang kebudayaan.
Salah satu penampilan utama dalam pagelaran ini adalah dramatari Ajisaka yang sarat akan nilai filosofi dan pesan moral. Kisah legendaris yang diangkat ke atas panggung dikemas dengan koreografi yang apik, tata busana yang memukau, serta penghayatan mendalam dari para penari. Pertunjukan ini berhasil membawa penonton menyelami cerita klasik yang menjadi bagian dari khazanah budaya Nusantara.

Selain dramatari Ajisaka, pagelaran juga diramaikan dengan berbagai tari kreasi dari sejumlah sanggar seni di Salatiga. Penampilan dari Sanggar Kartika Budaya, Sanggar Sundari UIN Salatiga, Sanggar Brahmastra, dan Sanggar Sakuntala menampilkan ragam koreografi yang memadukan unsur tradisional dan inovasi modern. Keberagaman gaya dan konsep pertunjukan menunjukkan dinamika perkembangan seni tari di Kota Salatiga.
Pagelaran semakin istimewa dengan kehadiran guest star Didik Nini Thowok, maestro tari yang dikenal luas atas kreativitas dan kepiawaiannya dalam memadukan berbagai karakter dan budaya dalam setiap penampilan. Kehadirannya memberikan inspirasi tersendiri bagi para penari muda serta menjadi daya tarik utama yang memukau seluruh hadirin.
Melalui pagelaran ini, Sanggar Seni Bima Kota Salatiga menegaskan komitmennya dalam menjaga dan mengembangkan seni tradisi sebagai identitas budaya daerah. Kegiatan ini diharapkan dapat terus memupuk kecintaan generasi muda terhadap seni budaya sekaligus memperkuat posisi Salatiga sebagai kota yang kaya akan kreativitas dan warisan budaya.


