Koleksi Museum Salatiga Bertambah
Kota Salatiga kembali menegaskan komitmennya dalam pelestarian warisan budaya melalui kegiatan monitoring dan evaluasi (monev) pelindungan benda cagar budaya yang dilaksanakan di Kampung Pancuran, Kelurahan Kutowinangun Lor. Kegiatan ini dipimpin langsung oleh Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Salatiga bersama tim Bidang Kebudayaan sebagai bentuk tanggung jawab pemerintah daerah dalam menjaga aset sejarah yang memiliki nilai penting bagi masyarakat.
Benda cagar budaya yang menjadi fokus kegiatan tersebut adalah antefiks candi, sebuah elemen arsitektur klasik yang umumnya dipasang pada bagian tepi atap bangunan candi sebagai hiasan sekaligus penutup ujung genteng. Temuan ini memiliki nilai historis dan arkeologis yang tinggi karena menjadi bukti keberadaan jejak peradaban masa lampau di wilayah Salatiga dan sekitarnya. Keberadaan antefiks tersebut memperkaya khazanah peninggalan budaya yang pernah berkembang di kawasan ini.
Dalam kegiatan monev tersebut, tim melakukan peninjauan kondisi fisik benda, memastikan aspek keamanan, serta mengidentifikasi langkah-langkah pelindungan lanjutan. Upaya ini penting dilakukan agar benda cagar budaya tetap terjaga keasliannya dan terhindar dari risiko kerusakan maupun kehilangan. Pelindungan yang optimal menjadi bagian dari komitmen pemerintah dalam menjaga warisan budaya sebagai sumber pengetahuan dan identitas daerah.
Pada kesempatan yang sama, dilaksanakan pula prosesi serah terima benda cagar budaya antefiks candi tersebut kepada Pemerintah Kota Salatiga. Serah terima ini menjadi momentum penting karena menandai pengelolaan resmi oleh pemerintah daerah, sehingga pelestarian dan pemanfaatannya dapat dilakukan secara lebih terstruktur dan berkelanjutan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku.
Selanjutnya, benda cagar budaya tersebut akan ditempatkan di Museum Salatiga sebagai bagian dari koleksi yang dapat diakses oleh masyarakat luas. Penempatan di museum bertujuan untuk menjamin keamanan sekaligus memberikan ruang edukasi bagi pelajar, peneliti, dan masyarakat umum untuk mengenal lebih dekat sejarah dan kebudayaan lokal. Museum menjadi ruang pembelajaran yang menghubungkan generasi masa kini dengan jejak peradaban masa lalu.
Melalui kegiatan ini, Pemerintah Kota Salatiga berharap kesadaran masyarakat terhadap pentingnya pelestarian benda cagar budaya semakin meningkat. Kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat menjadi kunci utama dalam menjaga warisan sejarah agar tetap lestari dan dapat diwariskan kepada generasi mendatang sebagai bagian dari identitas dan kebanggaan Kota Salatiga.


